BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Uang selalu dibutuhkan untuk membeli atau membayar berbagai keperluan
sehari-hari. Dan yang menjadi masalah terkadang kebutuhan yang akan dibeli
tidak dapat dicukupi dengan uang yang dimiliki. Jika hal itu terjadi, maka kita
akan menggunakan uang tersebut untuk membayar keperluan yang sangat penting,
terkadang untuk memenuhi kebutuhan yang
sangat penting terpaksa harus dipenuhi dengan berbagai cara seperti meminjam
dari berbagai sumber dana yang ada.
Pegadaian sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia
yang menyelenggarakan bisnis gadai dan sarana pendanaan alternatif telah ada
sejak lama dan banyak dikenal masyarakat Indonesia, terutama dikota kecil.
Selama ini Pegadaian selalu identik dengan kesusahan dan kesengsaraan, orang
yang datang biasanya berpenampilan lusuh dengan wajah tertekan, tetapi hal itu
kini semua berubah. Pegadaian telah berbenah diri dengan membangun citra baru. seseorang
terbuka peluang untuk mendapatkan pinjaman sesuai dengan nilai taksiran barang
tersebut. Agunan dapat berbentuk apa saja asalkan berupa benda bergerak dan
bernilai ekonomis. Disamping itu, pemohon juga perlu menyerahkan surat atau
bukti kepemilikan dan identitas diri, selain itu, kini forum
pegadaian banyak menawarkan produk lain selain hanya gadai tradisional.
1.2 Rumusan
masalah
- Apa yang dimaksud dengan Pegadaian, serta tugas, tujuan serta fungsi dari pegadaian ?
- Apa saja kegiatan usaha pegadaian ?
- Bagaimana proses peminjaman di pegadaian ?
- Apa kelebihan dan kekurangan Pegadaian ?
- Apa manfaat dari Pegadaian itu?
1.3 Tujuan Masalah
Makalah ini
diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya sebagai berikut:
- Bagi pengembangan ilmu pengetahuan, diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan baru apa itu Pegadaian.
- Makalah ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi terkait Pegadaian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian,Tugas dan Tujuan serta Fungsi Pegadaian
Gadai
Menurut kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150, gadai adalah hak yang diperoleh
seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang
oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang
mempunyai utang. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada
orang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk
melunasi utang apabil apihak yang berutang tidak dapat memenuhi kewajibannya
pada saat jatuh tempo.
Pegadaian
adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin
untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk
penyaluran dana kemasyarakatan atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam
Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150 di atas.
Sebagai
lembaga keuangan non bank milik pemerintahan yang berhak memberikan pinjaman
kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai yang bertujuan agar masyarakat
tidak dirugikan oleh lembaga keuangan non formal yang cenderung memanfaatkan
kebutuhan dana mendesak dari masyarakat, maka pada dasarnya lembaga pegadaian
tersebut mempunyai tugas, tujuan, serta fungsi-fungsi pokok sebagai berikut.
Ø Tugas Pokok
Yaitu
menyalurkan uang pinjaman atas dasar hukum gadai dan usaha-usaha lain yang
berhubungan dengan tujuan pegadaian atas dasar materi.
Ø Tujuan pokok
Sifat
usaha dan pegadaian pada prinsipnya menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum
sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelola. Oleh karena itu,
pegadaian pada dasarnya mempunyai tujuan-tujuan pokok sebagai berikut:
1. Turut melaksanakan program
pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui
penyaluran uang pinaman atas dasar hukum gadai.
2. Mencegah praktik pagadaian gelap dan pinjaman tidak wajar.
Ø Fungsi Pokok
Fungsi
pokok pegadaian adalah sebagai berikut:
1. Mengelolah penyaluran uang pinjaman
atas dasar hukum
gadai dengan cara mudah, cepat, aman, dan hemat.
2. Menciptakan dan mengembangkan
usaha-usaha lain yang menguntungkan bagi pegadaian maupun masyarakat.
3. Mengelola keuangan, perlengkapan,
kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.
4. Mengelola organisasi, tata kerja dan
tata laksana pegadaian.
5. Melakukan penelitian dan
pengembangan serta mengawasi pengelolaan pegadaian.
2.2 Kegiatan
Usaha Pegadaian
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pegadaian tentunya
yang berhubungan dengan keuangan yaitu :
1. Penghimpunan
Dana
Dana yang diperlukan oleh Perum Pegadaian untuk melakukan kegiatan usahanya
berasal dari :
a.
Pinjaman jangka pendek dari perbankan
b.
Dana jangka pendek sebagian besar adalah dalam bentuk
ini (sekitar 80% dari total dana jangka pendek yang dihimpun)
c.
Pinjaman jangka pendek dari pihak lainnya (utang
kepada rekanan, utang kepada nasabah, utang pajak, biaya yang masih harus
dibayar, pendapatan diterioma dimuka, dan lain-lain)
d.
Penerbitan obligasi
e.
Modal sendiri
Modal sendiri yang dimiliki oleh Perum Pegadaian terdiri dari:
·
Modal awal:
kekayaan Negara diluar APBN sebesar Rp 205 miliar
·
Penyertaan
modal pemerintah
·
Laba ditahan:
laba ditahan ini merupakan akumulasi laba sejak
perusahaan pegadaian ini berdiri pada
masa Hindia Belanda.
2. Penggunaan
Dana
Dana yang telah berhasil dihimpun kemudian digunakan untuk mendanai
kegiatan usaha Perum Pegadaian. Dana tersebut antara lain digunakan untuk
hal-hal berikut:
a. Uang kas dan dana likuid lain
Pegadaian memerlukan dana likuid untuk berbagai kebutuhan seperti: kewajiban
yang jatuh tempo, penyaluran dana dalam bentuk pembiayaan atas dasar hukum
gadai, pembayaran pajak, dan lain-lain.
b. Pembelian dan pengadaan berbagai bentuk aktiva tetap
dan inventaris
Aktiva tetap berupa tanah dan bangunan serta inventaris ini tidak secara
langsung dapat menghasilkan penerimaan bagi pihak pegadaian namun sangat
penting agar kegiatan usahanya dapat dijalankan dengan baik. Aktiva tetap dan
peralatan ini antara lain adalah berupa tanah, kantor atau bangunan, computer,
kendaraan, meubel, brankas, dan lain-lain.
c. Pendanaan kegiatan operasional
Kegiatan operasional Pegadaian memerlukan dana yang tidak kecil. Dana ini
antara lain digunakan untuk: gaji pegawai, honor, perawatan peralatan, dan
lain-lain.
d. Penyaluran dana
Penggunaan dana yang utama adalah untuk disalurkan dalam bentuk pembiayaan
datas dasar hukum gadai. Lebih dari 50% dana yang telah dihimpun oleh Pegadaian
tertanam dalam bentuk aktiva ini, karena memang ini merupakan kegiatan
utamanya.
e. Investasi lain
Kelebihan dana (idle fund) yang belum diperlukan untuk mendanai
kegiatan operasional maupun belum dapat disalurkan kepada masyarakat, dapat
ditanamkan dalam berbagai macam bentuk investasi jangka pendek dan menengah.
3. Produk dan
Jasa Perum Pegadaian
a.
Pemberian pinjaman atas dasar hukum gadai
Hal ini berarti mensyaratkan pemberian pinjaman atas
dasar penyerahan barang bergerak oleh penerima pinjaman.
b.
Penaksiran nilai barang
Jasa ini dapat diberikan oleh Perum Pegadaian karena perusahaan ini
mempunyai peralatan penaksir serta petugas-petugas yang sudah berpengalaman dan
terlatih dalam menaksir nilai suatu barang yang akan digadaikan.
c.
Penitipan barang
Perum Pegadaian dapat menyelenggarakan jasa ini karena perusahaaan ini
mempunyai tempat penyimpanan barang bergerak yang cukup memadai.
d.
Jasa lain
Kantor Perum Pegadaian tertentu juga menawarkan jasa lain seperti:
1)
Penjualan Koin Emas ONH
Koin emas ONH adalah emas yang berbentuk koin yang bisa digunakan untuk
tujuan persiapan dana pergi haji bagi pembelinya.
2)
Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai)
Krasida merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro dan kecil
(dalam rangka mengembangkan usaha) atas dasar gadai yang pengembalian
pinjamannya dilakukan melalui angsuran.
3)
Kreasi (Kredit Angsuran Fidusia)
Kreasi merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro dan kecil
dengan konstruksi penjaminan secara fidusia (pengalihan hak kepemilikan suatu
benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak
kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda) dan
pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran.
4)
Kresna (Kredit Serba Guna)
Merupakan pemberian pinjaman kepada pegawai/karyawan dalam rangka kegiatan
produktif/konsumtif dengan pengembalian secara angsuran.
5)
Galeri 24
Galeri 24 yaitu toko emas yang khusus merancang desain dan menjual
perhiasan emas dengan Sertifikat Jaminan sesuai karatase perhiasan emas.
2.3. Proses
Pinjaman Atas Dasar Hukum Gadai
1. Barang yang dapat digadaikan
Pada dasarnya, hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di pegadaian
dengan pengecualian untuk barang-barang tertentu. Barang-barang yang dapat
digadaikan meliputi:
a.
Barang perhiasan
Perhiasan yang terbuat dari emas, perak, platina,
intan, mutiara, dan batu mulia.
b.
Kendaraan
c.
Barang elektronik, seperti radio, tape recorder, video
player, televisi, dan lain-lai
d.
Barang rumah tangga
e.
Perlengkapan
dapur, perlengkapan makan, dan lain-lain
f.
Mesin-mesin
g.
Tekstil
h.
Barang lain yang dianggap bernilai oleh Perum
pegadaian.
Namun mengingat keterbatasan tempat penyimpanan,
keterbatasan sumber daya manusia di pegadaian, perlunya meminimalkan resiko
yang ditanggung oleh Pegadaian, serta memperhatikan peraturan yang berlaku,
maka ada barang-barang tertentu yang tidak dapat digadaikan. Barang-barang yang
tidak dapat digadaikan meliputi :
a.
Binatang ternak, karena memerlukan tempat penyimpanan
khusus dan memerlukan cara pemeliharaan khusus.
b.
Hasil bumi, karena mudah busuk atau rusak
c.
Barang dagangan dalam jumlah besar, karena memerlukan
tempat penyimpanan sangat besar yang tidak dimiliki oleh pegadaian.
d.
Barang yang cepat rusak, busuk, atau susut
e.
Barang yang amat kotor
f.
Kendaraan yang sangat besar
g.
Barang-barang seni yang sulit ditaksir
h.
Senjata api, amunisi, dan mesin
i.
Barang yang disewabelikan
j.
Barang milik pemerintah
k.
Barang ilegal
2. Penaksiran
Pinjaman atas dasar hukum gadai mensyaratkan
penyerahan barang bergerak sebagai jaminan pada loket yang telah ditentukan
pada kantor pegadaian setempat. Mengingat
besarnya jumlah pinjaman sangat
tergantung pada nilai barang yang akan digadaikan, maka barang yang diterima
dari calon peminjam terlebih dahulu harus ditaksir nilainya oleh petugas
penaksir. Petugas penaksir adalah orang-orang yang sudah mendapatkan pelatihan
khusus dan berpengalaman dalam melakukan penaksiran barang-barang yang akan
digadaikan. Pedoman dasar penaksiran telah ditetapkan oleh Perum Pegadaian agar
penaksiran atas suatu barang bergerak dapat sesuai dengan nilai sebenarnya.
Pedoman penaksiran yang dikelompokkan atas dasar jenis barang adalah sebagai
berikut :
Ø Barang
Berkantong
1) Emas
a. Petugas
menaksir melihat Harga Pasar Pusat (HPP) dan standar taksiran logam yang telah
ditetapkan oleh kantor pusat. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini
selalu disesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.
b. Petugas
penaksir melakukan pengujian karatase dan berat.
c. Petugas
penaksir menentukan nilai taksiran
2) Permata
Petugas penaksir melihat standar taksiran permata yang
telah ditetapkan oleh kantor pusat. Standar ini selalu disesuaikan dengan
perkembangan pasar permata yang ada.
a.
Petugas penaksir melakukan pengujian kualitas dan
berat permata
b.
Petugas penaksir menentukan nilai taksiran
Ø Barang
gudang (mobil, mesin, barang elektronik, tekstil, dan lain-lain)
a.
Petugas penaksir melihat Harga Pasar Setempat (HPS)
dari barang. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini selalu disesuaikan
dengan perkembangan harga yang terjadi.
b.
Petugas penaksir menentukan nilai taksiran
Nilai
taksiran terhadap suatu objek barang yang akan digadaikan tidak ditentukan
sebesar harga pasar, melainkan setelah dikalikan dengan presentase tertentu.
Sebagai contoh, emas yang menurut harga pasar adalah senilai Rp 100.00, nilai
taksirannya tidak sebesar Rp 100.000. Nilai taksiran emas tersebut adalah
sebesar Rp 88.000. angka pengali sebesar 88% ditentukan oleh pihak Pegadaian,
dan angka ini bukanlah angka baku yang tetap sepanjang masa, dengan kata lain
angka ini bisa mengalami perubahan. Perum pegadaian sudah menetapkan pengali
untuk berlian adalah 45%, angka pengali untuk tekstil adalah 83%, dan
seterusnya. Nilai taksiran inilah yang dijadikan acuan untuk menentukan
besarnya pinjaman yang akan diberikan kepada nasabah.
3. Pemberian Pinjaman
Nilai taksiran atas barang yang akan digadaikan tidak
sama dengan besarnya pinjaman yang diberikan. Setelah itu ditentukan, maka
petugas menentukan jumlah uang pinjaman yang dapat diberikan. Penentuan jumlah
uang pinjaman ini juga berdasarkan persentase tertentu terhadap nilai taksiran,
dan presentase ini juga telah ditentukan oleh Perum Pegadaian berdasarkan
golongan yang besarnya berkisar antara 80-90%.
4. Pelunasan
Sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan pada
waktu pemberian pinjaman, nasabah mempunyai kewajiban melakukan pelunasan
pinjaman yang telah diterima. Pada dasarnya nasabah dapat melunasi kewajibannya
setiap saat tanpa harus menunggu waktu jatuh tempo. Pelunasan pinjaman beserta
sewa modalnya (bunga) dibayarkan langsung ke kasir disertai surat gadai.
Setelah adanya pelunasan atau penebusan yang disertai dengan pemenuhan
kewajiban nasabah yang lain, nasabah dapat mengambil kembali barang yang
digadaikan.
5. Pelelangan
Penjualan barang yang digadaikan melalui suatu pelelangan akan dilakukan
oleh pihak Pegadaian pada saat yang telah ditentukan dimuka apabila terjadi
hal-hal berikut:
a.
Pada saat masa habis atau jatuh tempo, nasabah tidak
bisa menebus barang yang digadaikan dan membayar kewajiban lainnya karena
berbagai alasan, dan
b.
Pada saat masa pinjaman habis atau jatuh tempo,
nasabah tidak memperpanjang batas waktu pinjamannya karena berbagai alasan
Hasil pelelangan barang yang digadaikan akan digunakan
untuk melunasi seluruh kewajiban nasabah kepada pihak pegadaian yang terdiri
dari :
1)
Pokok pinjaman
2)
Sewa modal atau bunga
3)
Biaya lelang
Apabila barang yang digadaikan tidak laku dilelang atau
terjual dengan harga yang lebih rendah daripada nilai taksiran yang telah
dilakukan pada awal
pemberian pinjaman kepada nasabah yang bersangkutan, maka barang yang tidak
laku dilelang tersebut dibeli oleh negara dan kerugian yang timbul ditanggung
oleh pihak Pegadaian.
2.4. Kelebihan dan Kekurangan Serta Keuntungan Pegadaian Dibandingkan
Dengan Lembaga Keuangan Bank
Pegadaian
sebagai lembaga pengkreditan milik pemerintah tentunya mempunyai kelebihan
maupun kekurangan dibandingkan dengan bank.
Ø Kelebihan yang dimiliki Pegadaian :
1.
Persyaratan mudah dan murah
2.
Prosedurnya
sederhana
3.
Tidak dipungut biaya administrasi
4.
Tidak perlu membuka rekening seperti tabungan,
deposito, ataupun giro
5.
Suatu saat
uang dibutuhkan, saat itu juga uang diperoleh
6.
Keanekaragaman barang yang dapat dijadikan jaminan
7.
Angsuran
ringan karena tidak ditentukan besarnya, sehingga dapat diangsur sesuai
kemampuan
8.
Penetapan bunga dengan sistem bunga menurun, jadi
bunga dibebanka atas dasar sisa pinjaman
9.
Apabila jatuh tempo pinjamannya dan hutang pokok belum
dapat dibayar, maka jangka waktu pinjaman dapat diperpanjang, dengan membayar
bunga terlebih dahulu
10. Memperoleh
tenggang waktu pelunasan dua minggu setelah jatuh tempo tanpa dibebani bunga
(masa tunggu lelang)
Ø Kelemahan pegadaian yaitu:
1.
Sewa modal pegadaian relatif lebih tinggi dari tingkat
suku bunga perbankan
2.
Harus ada jaminan berupa barang bergerak yang
mempunyai nilai
3.
Barang bergerak yang digadaikan harus diserahkan ke
pegadaian, sehingga barang tersebut tidak dapat dimanfaatkan selama digadaikan
4.
Jumlah kredit gadai yang dapat diberikan masih
terbatas
3.5. Manfaat
Pegadaian
Ø Bagi Nasabah
Manfaat utama yang diperoleh oleh nasabah yang meminjam dari Pegadaian
adalah ketersediaan dana dengan prosedur yang relatif lebih sederhana dan dalam
waktu yang lebih cepat terutama apabila dibandingkan dengan kredit perbankan.
Disamping itu, mengingat jasa yang ditawarkan oleh Pegadaian tidak hanya jasa
pegadaian, maka nasabah juga dapat memperoleh manfaat antara lain:
a.
Penaksiran nilai suatu barang bergerak dari pihak atau
institusi yang telah berpengalaman dan dapat dipercaya.
b.
Penitipan suatu barang bergerak pada tempat yang aman
dan dapat dipercaya.
Ø Bagi Perum Pegadaian
Manfaat yang diharapkan dari Perum Pegadaian sesuai jasa yang diberikan
kepada nasabahnya adalah:
a.
Penghasilan yang bersumber dari sewa modal yang
dibayarkan oleh peminjam dana.
b.
Penghasilan yang bersumber dari ongkos yang dibayarkan
oleh nasabah memperoleh jasa tertentu dari Perum Pegadaian.
c.
Pelaksanaan misi Perum Pegadaian sebagai suatu Badan
Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang pembiayaan berupa pemberian
bantuan kepada masyarakat yang memerlukan dana dengan prosedur dan cara yang
relatif sederhana.
d.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1990,
laba yang diperoleh oleh Pegadaian digunakan untuk:
1)
Dana pembangunan semesta (55%)
2)
Cadangan umum (20%)
3)
Cadangan tujuan (5%)
4)
Dana sosial (20%)
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan
sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
- Pegadaian adalah suatu lembaga keuangan non bank yang memusatkan kegiatan usahanya di bidang penyaluran kredit dengan menggunakan system gadai, dalam upaya untuk membantu menunjang kestabilan perekonomian pemerintah dan mensejahterakan kehidupan masyarakat terutama masyarakat dengan golongan ekonomi menengah kebawah.
- Pegadaian tentunya memiliki kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keuangan.
- Pegadaian sebagai lembaga pengkreditan milik pemerintah tentunya mempunyai kelebihan maupun kekurangan dibandingkan dengan bank.
- Banyak manfaat yang diperoleh dengan adanya pegadaian baik bagi nasabah maupun bagi pegadaian itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Sjifa Aulia , Bank dan Bukan lembaga keuangan lain
:pegadaian, http://ampundeh.wordpress.com/2013/06/24/bank-dan-lembaga-keuangan-lain-pegadaian/
3.
Zuriana, Pegadaian Umum dan Syariah http://zuriana05011993.blogspot.com/2013/01/pegadaian-umum-dan-syariah.html
4.
Arianisiti, Bank dan Lembaga Keuangan http://ariyanisiti.wordpress.com/2012/10/16/makalah-mata-kuliah-bank-dan-lembaga-keuangan/
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut